Menggapai Asa Lewat Erasmus Plus’ Youth Mobility Programs

Desember 2019, bertepatan pada tanggal 8, mimpi saya untuk belajar, mencari pengalaman, serta bertemu dengan orang-orang baru di negara tetangga dimulai. Program A4- Youth Exchange yang dilaksanakan di Kamboja, selama 10 hari membuat saya sadar bahwa menggapai cita-cita tidak hanya didapatkan dengan duduk di kelas saja. namun juga harus di imbangi dengan pengalaman-pengalaman.

Keinginan untuk  belajar di luar Negri dan bertemu dengan orang-orang yang berbeda baik secara kewarganegaraan (untuk program ini khusus di ikuti oleh 3 negara di Asia, yaitu Indonesia, Thailand dan Kamboja), pendidikan, pola pikir untuk menyelesaikan suatu masalah, serta kebudayaan dapat terwujudkan dari mengikuti program tersebut.

Dimulai dari rasa penasaran dan keinginan untuk mengikuti short program diluar negri, saya 5 kali mencoba dan 4 kali belum beruntug untuk dapat lolos melewati tahap seleksinya, namun pada hari dimana saya membaca sebuah buku, terdapat tulisan yang menyatakan “Orang sukses tidak dilihat dari seberapa banyak dia menemukan kegagalan tapi seberapa cepat ia pulih dan bangkit dari kegagalan”  secara tidak sadar, kalimat sederhana itu bagaikan tamparan keras untuk menyadarkan bahwa kesulitan yang saya alami, belum ada bandinganya dengan usaha para pejuang di luar sana.

Dimulai pada dimana saya mendapatkan email pemberitahuan bahwa saya lolos untuk mengikuti workcamp dan rangkaian kegiatan disana, mendapatkan pengalaman baru dan hal-hal menegangkan pada saat check in dibandara, merasa senang ketika mendapatkan cap lolos imigrasi untuk pertama kalinya, dan hal menegangkan karena hampir saja tertinggal pesawat. Ketika sudah sampai di kaboja yang pertama saya alami adalah “Culture Shock” dikarenakan hampir setiap rumah terdapat seekor anjing yang menjaga mereka, dan ditambah saya yang dasarnya tautpada hewan tersebut, namun seiring berjalanya waktu hal-hal tersebut seperti sebuah pemandangan yang biasa.

 

Kita dibiasakan untuk berdiskusi sebelum melakukan sesuatu, belajar bahasa khemr (Bahasa Nasional Kamboja) agar dapat sedikit berkomunikasi dengan mereka, Program yang dilakanakan Oleh Erasmus ini memberikan banyak hal kepada saya pribadi, diantaranya lebih menghargai pendapat orang, tidak memaksakan kehendak,  serta pembiasaan evaluasi di setiap kegiatan. Alhamdulillah, semoga di tahun –tahun berikutnya saya dapat  melanjutkan mimpi serta diberi kesempatan untuk belajar di bumi Allah yang lain dan menemui orang-orang hebat yang saya temui disana. Amiin.

Urfatul Makhsunah

Program KKI IAIN Salatiga Angkatan 2017

Jurusan Tadris Bahasa Inggris

Keraguan membunuh lebih banyak asa daripada kegagalan

  • Alumni Erasmus+ Youth Mobilty Program, Cambodia, 2019