Program KKI, Apakah Hanya Sekedar Privilege?

Saya masih sangat ingat kalau presentasi Program Khusus Kelas Internasional (KKI) merupakan salah satu pemaparan yang paling menarik perhatian saya saat mengikuti OSPEK di STAIN Salatiga. Entah kenapa, semua penjelasan materi tentang visi-misi, kegiatan, dan program-programnya yang intriguing membuat saya langsung yakin bahwa saya harus mendaftar untuk bisa lolos masuk ke kelas ini saat itu. Penjelasan tentang berbagai “keistimewaan” yang bisa diperoleh melalui program tersebut juga jadi pertimbangan saya.

Banyak sekali hal yang saya dapatkan dan pelajari selama menjadi mahasiswa KKI. Dari mulai yang berbau akademik sampai non-akademik, dan dari masalah yang ada di dalam kelas maupun di luar kelas,. Dari sanalah saya mulai mengenal mimpi untuk bisa pergi menempuh pendidikan ke luar negeri karena exposure dari lingkungan yang sangat mendukung, salah satunya adalah penggunaan bahasa internasional sebagai pengantar kuliah dan banyaknya dosen lulusan luar negeri yang sangat inspiring. Selain itu, KKI juga mensyaratkan adanya agenda Arts & Language Exhibition (ALE) yang menggabungkan pembelajaran sekaligus praktik bahasa asing, seni, dan budaya sehingga semua yang terlibat bisa memiliki bekal untuk bisa eksis secara global dengan membawa nilai dan kultur lokal.

Dari program ini juga, mindset saya menjadi jauh lebih terbuka dan berani untuk mengikuti berbagai macam organisasi dan kegiatan-kegiatan yang berskala nasional maupun internasional. Selama menjadi mahasiswa di program KKI, saya pernah menjabat sebagai ketua Student Union of ICP dan juga ketua PSHT Komisariat IAIN Salatiga. Kemudian, mengikuti berbagai macam kompetisi seperti Juara 3 Lomba Menulis Kreatif STAIN Salatiga 2013, Kejurnas UPN Pencak Silat 2015 dan Wakil II Duta Wisata Kota Salatiga 2015.

Kemudian, saya juga berhasil lolos sebagai pembicara dalam konferensi internasional Language, Society and Culture in Asian Context (LSCAC) yang diselenggarakan oleh empat universitas ASEAN tahun 2016. Mengikuti pelatihan kepemimpinan dalam Forum Indonesia Muda (FIM) Angkatan 18 ditahun yang sama. Kemudian, saya juga lolos untuk menjadi salah satu delegasi dalam World Culture Forum 2016 yang diselenggarakan tiap tiga tahun sekali oleh Kemendikbud dan UNESCO. Selain itu, ada berbagai kegiatan yang bisa saya ikuti “lantaran” status sebagai mahasiswa PKKI, seperti international exchange dengan Biola University, Amerika Serikat dan Kindai Himeji University, Jepang.  

KKI juga memfasilitasi kunjungan ke beberapa tempat seperti komunitas PERCIK Salatiga dan AKPOL Semarang yang bisa memberikan banyak ilmu dan pengalaman. Kemampuan mengajar dan belajar bahasa asing saya juga meningkat karena adanya kesempatan untuk menjadi LO sekaligus pengajar Bahasa Indonesia bagi para volunteer maupun guest speaker asing yang didatangkan ke IAIN Salatiga.

Pengalaman yang tak terlupakan lainya adalah menjalani PPL dua kali baik di dalam negeri maupun di luar negeri yaitu di MAN 2 Kudus dan di Sekolah Indonesia Bangkok (SIB) Thailand. Bekal yang didapatkan selama menjadi mahasiswa KKI sangat bermanfaat bagi saya saat menjalani masa studi S2 di Monash University, Melbourne, Australia melalui beasiswa BPI LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan).

Saya bahkan juga mendapatkan kesempatan untuk mengajarkan bahasa, seni dan budaya Indonesia disana karena memang kurikulum sekolah di Australia mensyaratkan adanya Bahasa Asing (European/Asian Language) sebagai mapel yang harus diambil.

Di kampus, saya juga bekerja sebagai staff Fakultas Pendidikan Monash University yaitu sebagai “Student Leader” dalam program Graduate Students of Learning Hub yang dibuat oleh fakultas untuk mendampingi mahasiswa internasional selama tahun pertamanya menempuh studi. Lalu direkrut untuk bergabung menjadi “Professional Program Assistance” dalam berbagai macam Professional Development Training tentang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), HOTS (Higher Order Thinking Skills), dan Leadership Education dibawah divisi bagian Development and External Relations, Monash University.

Sekembalinya dari Australia tahun lalu, sekarang saya bergabung dengan keluarga besar IAIN Salatiga khususnya di FTIK. Selain itu, saya juga aktif mengisi seminar sebagai pembicara terkait dengan tema pendidikan dan beasiswa. Semoga program KKI bisa semakin baik dari tahun ke tahun, lebih akomodatif dan responsif terhadap kebutuhan mahasiswanya. Masukan dari saya, mungkin bisa diajukan untuk diadakan International KKN-PPL Integrated Program yang mana mahasiswa KKI bisa melaksanakan PPL berbarengan dengan KKN di luar negeri sehingga lebih efisien dalam pelaksanaanya, serta lebih impactful dari segi quality dan branding-nya.

Teruntuk seluruh mahasiswa program KKI yang masih menempuh studi, silahkan manfaatkan waktu kalian sebaik-baiknya. Ada begitu banyak pintu kesempatan yang bisa kalian buka. Tinggal bagaimana caranya kalian mau berusaha memanfaatkan fasilitas dan sistem yang ada untuk digunakan sebagai pendukung. Fokus dengan kegiatan akademik, bukan lantas abai dengan kegiatan non-akademik diluar kelas. Ada banyak hal yang bisa kalian explore untuk memadukan keduanya. Untuk menggapai impian, skor TOEFL/IELTS dan IPK saja masih belum cukup, harus juga diimbangi dengan track record kemampuan dan pengalaman kalian lainya. Jangan pernah takut untuk bermimpi, semesta pasti akan mendukung niat dan ikhtiar baik kalian. One more important thing, menjadi anggota keluarga KKI, yang dipenuhi oleh orang-orang yang penuh talenta, kompetitif dan supportive, adalah privilege dan pilihan terbaik untuk kalian semua. Tanpa komitmen dan konsistensi, privilege yang kalian dapatkan akan “mubadzir” dan hanyalah jadi sebatas “status”.

Ada banyak cara untuk menuju Roma, jangan jadikan kegagalan-kegagalan kalian menjadi alasan kalian untuk berhenti melangkah dan bermimpi. Jadikanlah kegagalan tersebut menjadi cambukan semangat bagi kalian untuk menjadi sesuatu yang “terbentuk” melalui berbagai macam proses “terbentur” terlebih dulu.

MUHAMMAD ARIF AL HAKIM, S.Pd.I, M.TESOL.

Program KKI IAIN Salatiga Angkatan 2011

Jurusan Tadris Bahasa Inggris

Terbentur, terbentur, terbentur, TERBENTUK

  • Dosen Bahasa Inggris IAIN Salatiga 2019
  • Student Leader of Graduate Students Learning Hub, Faculty of Education, Monash University 2018
  • Training Assistance in the Professional Development Program, Faculty of Education, Monash University 2018
  • Awardee LPDP Scholarship for Master Studies Monash University 2016
  • The 3rd winner of tourism ambassador 2015 of Salatiga City
  • 1st champion of Pencak Silat of double man arts category in Salatiga Cup 2015

Leave a Reply

Your email address will not be published.