Program KKI sebagai Jembatan untuk Meraih Mimpi

Perkenalkan, nama saya Mustaqim. Saya berasal dari Desa Lebak, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah. Saya lahir di Jepara pada tanggal 14 April 1997. Saat ini saya sedang menjalani kuliah S-2 semester II di Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, jurusan Interdisciplinary Islamic Studies (IIS), konsentrasi Kajian Komunikasi dan Masyarakat Islam (KKMI). Saya berstatus sebagai awardee beasiswa Program Magister Lanjut Doktor (PMLD) yang diberikan oleh Kemenag RI. Dengan beasiswa PMLD ini, studi saya akan dibiayai dari program magister hingga program doktor di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Saya adalah alumni program Kelas Khusus Internasional (KKI), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), IAIN Salatiga, tahun angkatan 2014. Saya adalah salah satu mahasiswa KKI yang berasal dari jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI). Selama kuliah S-1 di IAIN Salatiga, saya juga menjadi awardee beasiswa Bidikmisi dari Kemenag RI, dan menjadi satu-satunya mahasiswa KKI angkatan 2014 yang mendapatkan beasiswa Bidikmisi. Saya berhasil menyelesaikan studi S-1 di IAIN Salatiga pada tahun 2018, kemudian melanjutkan studi S-2 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada tahun 2019.

Twin Tower (KLCC), Malaysia

Melalui tulisan singkat ini, saya ingin sebisa mungkin berbagi kesan saya ketika menjalani kuliah di KKI, motivasi saya untuk masuk KKI, juga manfaat-manfaat yang saya dapatkan saat menjadi mahasiwa KKI maupun setelah menjadi alumni. Sebagaimana diketahui, KKI merupakan sebuah program khusus yang bertujuan terutama untuk mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam berbahasa asing, yaitu Bahasa Inggris dan Bahasa Arab. KKI menyuguhkan sebuah atmosfer perkuliahan yang berorientasi internasional dengan penggunaan bahasa asing dalam proses perkuliahan, baik secara lisan maupun tulisan. Oleh karena itu, idealnya mahasiswa KKI memiliki kemampuan yang baik dalam penggunaan bahasa asing.

Saya dulu tertarik untuk masuk KKI karena KKI menjanjikan mahasiswanya untuk bisa ke luar negeri atau go abroad. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur KKI saat itu, Bu Noor Malikhah, Ph.D. saat sesi pengenalan KKI ketika OPAK. Karena salah satu impian saya adalah bisa jalan-jalan ke luar negeri, maka saya sangat berharap agar bisa masuk KKI. Bagi saya, seorang mahasiswa yang berasal dari keluarga yang sederhana dan kurang berpendidikan di sebuah pelosok desa, bisa naik pesawat dan jalan-jalan ke luar negeri adalah sesuatu yang sangat istimewa, apalagi dibiayai. Kiranya hanya itu motivasi awal saya masuk KKI. Kemudian, dengan sedikit rasa optimis yang ada dalam diri karena bekal kemampuan bahasa saya masih sangat basic, saya mengikuti serangkaian proses seleksi KKI. Alhasil, tanpa saya sangka, saya lolos seleksi dan menjadi mahasiswa KKI.

Batu Caves, Malaysia

Menjalani perkuliahan di KKI memberikan pengalaman yang berharga bagi saya. Sejak awal perkuliahan di KKI, saya dan kawan-kawan digembleng habis-habisan dengan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Selain menghadapi mata kuliah berbasis TBI dan PBA, perkuliahan PAI pun banyak dijalankan dengan bahasa asing. Bagi sebagian mahasiswa KKI yang telah memiliki bekal kemampuan berbahasa asing yang cukup, karena kebanyakan mereka adalah alumni pondok-pondok besar dan terkenal dalam pendidikan bahasa asing, maka mereka tidak begitu mengalami kesulitan dengan perkuliahan di KKI. Tetapi bagi saya yang merupakan salah satu mahasiswa KKI yang bukan alumni pondok, perkuliahan di KKI memberikan tantangan yang besar bagi saya. Bahkan, di semester I saya sempat ingin mengundurkan diri dari KKI karena khawatir IP saya buruk dan berimbas pada beasiswa Bidikmisi. Namun, setelah berkonsultasi dengan Bu Noor Malikhah, Ph.D. selaku Direktur KKI, saya kembali menguatkan motivasi saya untuk berjuang di KKI. Alhasil, dengan proses belajar sungguh-sungguh dan dukungan dari kawan-kawan mahasiswa di KKI, saya berhasil mengikuti perkuliahan di KKI dengan baik, dan lulus dengan hasil yang cukup memuaskan bagi saya pribadi.

Berkat menjadi mahasiswa KKI, impian saya ke luar negeri pun terwujud pada tahun 2017 ketika melaksanakan program PPL di luar negeri. Saat itu, saya bersama 7 kawan perempuan ditugaskan untuk PPL selama 1 bulan di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL), Malaysia. Di sela-sela kesibukan mengajar, kami mengunjungi tempat-tempat wisata yang ada di Malaysia ketika hari libur. Sebagai bonusnya, pada minggu terakhir sebelum pulang ke Indonesia, kami diajak oleh guru-guru SIKL untuk liburan ke Singapore. Sebelumnya, berkat KKI pula yang telah mengembangkan kemampuan saya dalam berbahasa asing, terutama Bahasa Inggris, saya lolos seleksi dan menjadi delegasi kontingen IAIN Salatiga untuk mengikuti lomba English Debate di ajang Pekan Ilmiah, Olahraga, Seni, dan Riset (PIONIR) antar PTKIN se-Indonesia di UIN Ar-Raniry Banda Aceh tahun 2017. Meskipun belum berhasil menjadi juara, tetapi paling tidak saya mendapatkan pengalaman yang berharga dari lomba tersebut, juga pengalaman naik pesawat dan menginjakkan kaki di luar pulau Jawa untuk pertama kalinya.

Marlion Park, Singapore

Sebelum lulus kuliah S-1 di IAIN Salatiga, saya punya harapan besar agar bisa melanjutkan kuliah S-2 dengan beasiswa. Motivasi itu muncul saat saya mengetahui bahwa banyak alumni KKI yang berhasil mendapatkan beasiswa kuliah S-2 di dalam maupun di luar negeri. Selain itu, banyak pula mahasiswa KKI maupun alumninya yang bisa bolak-balik ke luar negeri mengikuti program-program internasional semisal student exchange, dan lain sebagainya. Sedikit banyak saya merasa menyesal karena tidak memanfaatkan kesempatan-kesempatan yang ada dengan baik untuk mengikuti program-program internasional agar bisa go abroad, sehingga saya tidak memiliki banyak prestasi dan penghargaan sebagaimana mahasiswa-mahasiswa KKI yang lain, bahkan mungkin memang tidak punya prestasi. Namun demikian, berkat bekal kemampuan Bahasa Inggris dan Arab dari KKI yang cukup untuk mendaftar beasiswa S-2 di dalam negeri, saya berhasil meraih impian saya untuk melanjutkan studi S-2 dengan beasiswa, bahkan mendapat bonus sampai S-3, dengan program beasiswa baru dari Kemenag RI, yakni Program Magister Lanjut Doktor (PMLD) di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kini impian saya untuk menjadi seorang dosen serasa sudah di depan mata.

Akhir kata, saya sangat bersyukur pernah berada di KKI. Ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya saya sampaikan kepada seluruh pengelola KKI, dosen-dosen KKI, serta kawan-kawan mahasiswa KKI khususnya angkatan 2014. KKI telah menjadi jembatan bagi saya untuk mewujudkan impian-impian saya, dan memberikan bekal untuk mewujudkan impian-impian selanjutnya. Harapan dan doa semoga generasi KKI selanjutnya bisa lebih baik dan lebih banyak meraih prestasi.

Universal Studio, Singapore

Mustaqim, S. Pd.

Program KKI IAIN Salatiga Angkatan 2014

Jurusan Pendidikan Agama Islam

Jangan lelah untuk berbuat baik, karena sesugguhnya kebaikan itu akan kembali pada diri sendiri.

  • Penerima beasiswa Bidikmisi di IAIN Salatiga
  • Delegasi IAIN Salatiga di ajang PIONIR 2017 di Banda Aceh, cabang lomba Debat Bahasa Inggris
  • Penerima beasiswa PMLD di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.