Sejarah Berdirinya Program KKI

Mahasiswa KKI Angkatan Pertama (2010)

Program Khusus Kelas Internasional (KKI) berdiri sejak tahun 2010 pada saat kepemimpinan Bapak Dr. Imam Sutomo, M.Ag selaku Ketua STAIN Salatiga. KKI dibentuk atas cita-cita besar Ketua STAIN Salatiga Imam Sutomo, dst uraian tentang visi misi KKI itu. Pada tahapan awal, team yang membidani KKI terdiri dari Bp. Sidqon, Bp. Hanung Triyoko, dan Bp. Supardi. Sebagai direktur pertama KKI terpilih Bp. Hammam, dst … Ini lebih netral dan faktanya memang demikian.Program ini adalah salah satu pengejawantahan visi STAIN Salatiga untuk Go International yaitu dengan dibentuknya kelas khusus melalui tahapan seleksi dalam rangka mendorong mahasiswa untuk mampu berkompetisi secara global dan internasionalisasi mahasiswa STAIN Salatiga. Pada tahap awal, program tersebut diikuti oleh mahasiswa terpilih dari semua jurusan.  

Bapak Dr. Imam Sutomo, M.Ag selaku ketua pada saat itu menceritakan awal mula gagasan Program Khusus Kelas Internasional. Beliau menyampaikan bahwa perguruan tinggi (STAIN, IAIN, UIN) di bawah Kementerian Agama berkompetisi dalam mengejar mutu pendidikan agar sesuai dengan tuntutan dunia kerja dan dinamika pembangunan Indonesia. STAIN Salatiga berupaya agar dapat menyesuaikan dengan irama perkembangan perguruan tinggi sejenis, khususnya dalam meningkatkan kinerja akademik dosen dan prestasi belajar mahasiswa.

Fakta tersebut dikuatkan oleh Bapak Dr. Sidqon Maesur, Lc. M.A yang menyampaikan bahwa dalam rapat di kampus 2 pada tahun 2009, IAIN Salatiga kala itu masih STAIN Salatiga pada kepemimpinan Bapak Dr. Imam Sutomo, M.Ag menginginkan STAIN Salatiga Go International seperti yang disebutkan di atas.

Sejumlah perguruan tinggi sudah menyelenggarakan kelas internasional untuk mahasiswa berprestasi. STAIN Salatiga mengadopsi program tersebut dengan modifikasi dan penyelarasan sesuai kemampuan lembaga. Pada tahapan awal, tim yang membidani KKI terdiri dari Bapak Dr. Sidqon Maesur, Lc. M.A. Bapak Hanung Triyoko, M.Ed, dan Bapak Dr. Supardi. Usulan dari berbagai pihak yang disepakati adalah STAIN Salatiga mencari kekhasan programnya tanpa memberikan tambahan beban finansial bagi mahasiswa yang berprestasi dari berbagai program studi untuk direkrut masuk dalam program tersebut. Dalam perbincangan awal, program tersebut diangkat dengan nama Program Kelas Internasional, tetapi setelah itu menjadi Program Khusus Kelas Internasional (Program KKI) atas masukan dari Bapak Dr. Supardi, M.A. Dalam pelaksanaannya, Bapak Hammam, Ph.D diangkat untuk mengemban amanat sebagai Direktur pertama

Bapak Dr. Imam Sutomo, M.Ag mempunyai gagasan bagaimana segera membumbungkan nama perguruan tinggi ini dengan segala keterbatasan yang ada, bagaimana kita segera dikenal luas dengan segala sumber daya yang kita miliki. kesimpulannya adalah dengan membuat kelas unggulan yang akan menjadi menara gading / mercusuar yang mana tiap kali orang menengok, hal itu yang akan terlihat lebih dahulu. Orang akan melihat KKI sebagai jaminan, menjadi ambasador IAIN, menjadi duta besar, dan membawa nama baik IAIN. Akhirnya dibuatlah proyek dengan nama kelas internasional.

Yang dimaksud kelas internasional di sini adalah mahasiswa diajar dengan pengantar bahasa internasional yaitu bahasa Inggris dan Arab dan dibekali dengan kemampuan internasional. Untuk itu, dosen yang mengajar dipilih yang bisa menggunakan bahasa Arab/Inggris secara aktif dan mahasiswa diberikan jam belajar tambahan untuk memperkaya kemampuan internasional. Dengan demikian, orang akan melihat bahwa STAIN Salatiga memiliki kelas khusus yang pengajarannya hanya menggunakan bahasa Inggris dan Arab.

Melalui tahap seleksi, semua jurusan boleh mengikuti program ini walaupun kemudian muncul tantangan dalam hal pembuatan kurikulum tentang bagaimana mengakomodir kebutuhan belajar dari semua jurusan yang ada. Tentunya menterjemahkan hal tersebut tidaklah mudah akan tetapi hal tersebut tidak menyurutkan langkah untuk tetap bergerak maju hingga saat ini.

PPL (Praktik Pengalaman Lapangan) di luar negeri dan ALE (Art and Language Exhibition) adalah beberapa kegiatan dalam rangka meningkatkan dan memperkaya kemampuan internasional mahasiswa. PPL luar negeri sampai saat ini masih terbatas di wilayah ASEAN dengan durasi 30 hari dimana mahasiswa melakukan praktik mengajar di sekolah Indonesia di wilayah ASEAN. Sedangkan ALE merupakan kegiatan apresiasi budaya dengan pengantar dua bahasa internasional yaitu bahasa Inggris dan Arab. Budayanya sendiri meliputi pertunjukan wayang orang, musik gamelan, dan tari tradisional.

Mulai tahun 2015, program KKI hanya diikuti oleh mahasiswa dari Fakultas Tarbiyah jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI), Tadris Bahasa Inggris (TBI), dan Pendidikan Bahasa Arab (PBA). Program tersebut mendapatkan kelas tersendiri terpisah dari kelas reguler, pengajar berkompetensi internasional, serta dibawah pengawasan khusus seorang direktur dan staffnya yang mendapatkan mandat untuk melakukan pengawasan dan pengelolaan administrasi. Berikut adalah para pemangku jabatan direktur program KKI dari awal hingga saat ini.

Direktur Program KKI

Hammam, Ph.D

[2010-2011]

Dr. Setia Rini

[2011-2014]

Noor Malihah, Ph.D 

[2014-2015]

Sari Famularsih, M.A

[2015-2019]

Miftachudin, M.A

[2019-2024]